Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Peran Fintech Dalam Perkembangan Ekonomi Digital Indonesia

Peran Fintech Dalam Perkembangan Ekonomi Digital Indonesia
Gambar : Pixabay.com
Indonesia, salah satu negara dengan aliran uang yang sangat besar melalui berbagai media, perlu menyederhanakan proses keuangan dengan solusi aliran uang yang disediakan oleh platform fintech OY!! Indonesia. 

Presiden Joko Widodo berharap kehadiran financial technology akan membantu Indonesia menjadi  ekonomi terbesar ketujuh dunia pada tahun 2030. 

Dengan pemikiran tersebut, financial technology (fintech) diharapkan berperan penting dalam mempercepat pemulihan ekonomi. Menurut survei CEIC, Indonesia adalah negara terbesar kedua  di  Asia Tenggara dengan mata uang  dan giro $1,5 triliun pada tahun 2020. 

Singapura menempati posisi pertama pada tahun yang sama dengan penjualan tunai $2,3 triliun. ketentuan. sama. Peredaran uang terjadi dalam berbagai bentuk transaksi termasuk bank tradisional, uang tunai, pemerintah, perusahaan tekfin, uang elektronik, dan bank digital.

Kemajuan teknologi keuangan saat ini akan mengarah pada transaksi nontunai dalam skala besar, menurut Bhima Yudhistir, direktur Pusat Studi Ekonomi dan Hukum (CELIOS).

Karena transaksi nontunai menjadi lebih umum di antara populasi, bisnis baru akan muncul  di industri ini. 

 Bhima mempresentasikan pada Rabu (10/11/2021) diskusi panel virtual bertajuk “Peranan Teknologi Finansial dalam Perkembangan Ekonomi Digital Indonesia” yang diselenggarakan oleh Forum Jurnalis Teknologi (FORWAT) dikatakan semakin meningkat. Efisien dengan terus munculnya teknologi digital. Perusahaan. 

Bhima menambahkan bahwa hal itu akan menciptakan lebih banyak tenaga kerja  untuk mendorong perekonomian Indonesia.

Salah satu pemain di industri fintech adalah OY! Indonesia. Didirikan pada tahun 2017, perusahaan bernama layanan arus kas yang memfasilitasi semua proses keuangan. 

 Ah! Indonesia memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat dan bisnis di sejumlah institusi dari berbagai bank umum, bank digital, peer-to-peer lending, uang elektronik dan perusahaan fintech lainnya. 

Selain sistem online, OY! CEO OY Hesayas Ferdinandus mengatakan Indonesia juga mengadopsi sistem otonom. Di Indonesia, platform ini menangani kedua jenis transaksi tersebut. 

Hesayas terus dan terus, dan ada alasan partainya membantu memberikan uang muka. Data menunjukkan hingga 85% transaksi di Indonesia masih menggunakan uang tunai. 

Meskipun banyak usaha kecil mencoba untuk menjual produk mereka melalui Internet, pada kenyataannya banyak usaha kecil masih  menggunakan uang tunai untuk bertransaksi. 

Banyak perusahaan teknologi  telah menggunakan OY!! Indonesia, salah satunya adalah Coinworks. 

KoinWorks adalah platform pinjaman peer-to-peer yang menarik banyak pemangku kepentingan bisnis. Jonathan Brian, Chief Marketing Officer KoinWorks, menyebutkan keberadaan OY!! Indonesia sangat kondusif untuk mengelola keuangan Anda. 

Bima memikirkan keberadaan OY! Indonesia dapat memastikan efisiensi industri tekfin di antara para pemain yang gelisah di industri tekfin. 

Oleh karena itu, diperlukan kerjasama antar perusahaan tekfin. Jika tidak, akan sulit untuk bertahan di industri besar ini. Jelajahi produk dan layanan yang ditawarkan oleh 

OY! Di Indonesia, kami dapat membantu Anda mengelola transaksi yang terjadi di bisnis Anda dari bawah ke atas. Layanan berkisar dari penggajian, transfer kawat, pembayaran tagihan, dan penerimaan kas hingga manajemen kas (pergerakan uang digital). bahkan aduh! Indonesia memiliki cash moving di 10 kota di republik ini, dan juga ada offline money transfer (ATM). 

Mengelola transaksi bisnis baik offline maupun online secara tidak langsung akan memaksa perusahaan untuk lebih fokus pada pengembangan bisnis tanpa  memikirkan proses transaksi yang rumit.